Mau Ambil Bantuan PKH, Rombongan Warga Desa Tanjung Agung Muratara Alami Lakalantas Tunggal, Berikut Kronologisnya
MURATARA, TRIBUNMURA - Ingin pergi mengambil uang bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) ke Kantor Pos Muara Rupit, Muratara satu keluarga jadi korban Kecelakaan Lalu Lintas (Lakalantas) tunggal, di Jalan Lintas Sumatera Desa Maur, Kecamatan Rupit Kabupaten Muratara, Minggu 22 Desember 2024 sekitar pukul 08.30 wib.
Atas kejadian ini, satu orang meninggal dunia, dua orang mengalami luka berat dan lima orang mengalami luka ringan.
Kejadian ini dibenarkan oleh Kapolres Muratara AKBP Koko Arianto Wardani melalui Kasat Lantas AKP Gunawan saat dikonfirmasi pada Minggu 22 Desember 2024.
Kasat Lantas menjelaskan, saat kejadian semua korban mengendarai mobil Suzuki Carry Nopol : BD-9462-KC yang dikemudi oleh Edi Saputra (37) petani asal Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya.
"Mobil Suzuki Carry Nopol : BD-9462-KC yang dikemudikan oleh Edi saputra ini melaju dari arah Lubuk linggau menuju ke arah Rupit, dengan membawa penumpang delapan orang. Tiba ditempat kejadian diduga mobil tersebut hilang kendali dan terguling," ungkap Kasat Lantas.
Atas kejadian tersebut sopir mobil, Edi Saputra mengalami luka lecet di bagian kepala. Sementara penumpang yang mengalami meninggal dunia yakni Asna Juita (41) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya.
Penumpang lainya yang mengalami luka yakni, Yunani (37) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya, Eliyana (35) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya mengalami luka dibagian kepala, Satriani (28) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya mengalami luka-luka, Emiliya (38) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya mengalami luka-luka, Lenna (38) warga Desa Tanjung Agung Kecamatan Karang Jaya mengalami luka-luka.
"Untuk penyebab pastinya Laka tunggal ini, saat ini petugas kita masih dalam penyelidikan," tegas Kasat Lantas.
Saat ini Barang Bukti (BB) yang sudah mereka amankan mobil Suzuki Carry Nopol BD-9462-KC.
Kepala Desa (Kades) Tanjung Agung, Arli Sahrin membenarkan warganya menjadi korban Lakalantas tersebut ada satu orang yang meninggal dunia. Ia juga membenarkan jika rombongan warganya ini hendak ke Kecamatan Rupit, untuk mengambil bantuan PKH.
"Untuk cerita lengkapnya kita belum tahu, karena keluarga korban masih berduka. Memang benar mereka pagi-pagi pergi mau ke Kantor Pos di Rupit, untuk mengambil uang bansos PKH. Sayangnya belum sampai mereka semua mengalami Lakalantas," ungkap Kades, kemarin.
Untuk korban meninggal dunia lanjutnya, sudah dibawa ke rumah duka di Desa Tanjung Agung.
"Sementara yang luka-luka sebagian sudag pulang kerumah juga. Ada tiga lagi masih dirawat di Rumah Sakit Rupit, duanya sedang kita urus karena harus dirujuk ke RS yang ada di Lubuk Linggau, untuk mendapat pengobatan yang lebih baik," jelasnya