Hampir Ambruk, Jembatan Sungai Pabil di Jalan Alternatif PALI-Musi Rawas Kini Diperbaiki Sementara
PALI, TRIBUNMURA - Menjelang arus mudik Lebaran 2025, jembatan Sungai Pabil yang berada di Disun 6 Tumpang Sari Desa Semanggus Kecamatan Talang Ubi Kabupaten Pali Sumatera Selatan mulai diperbaiki.
Pantauan dilokasi tampak para pekerja lapangan dari Dinas PU Provinsi Sumsel melakukan pengecoran pada bibir jembatan atau sambungan jembatan dengan badan jalan agar tidak terjal dan mudah dilalui pengendara.
Berdasarkan keterangan salah satu pekerja mengatakan bahwa pengecoran sudah dilakukan sejak hari Kamis (20/3/2025).
"Dari Dinas PU Sumsel disuruh melakukan pengecoran, mulai sejak kamis kemarin. Hari ini kemungkinan selesai," kata salah satu pekerja dilokasi, Sabtu (22/3/2025).
Dia juga menambahkan bahwa perbaikan ini dilakukan hanya bersifat sementara, agar kendaraan yang melintas tidak nyangkut di jembatan akibat sambungan jembatan dengan badan jalan sudah terjal karena sering tergerus banjir.
Oleh karena itu dilakukan pengecoran oleh pihak PU Sumsel, agar mudah dilalui pengendara, sehingga tidak menyebabkan kemacetan akibat ada mobil tersangkut di jembatan.
"Perbaikan ini sifatnya hanya sementara demi mendukung kelancaran arus lalulintas pada mudik lebaran 2025 di jalan alternatif PALI -Musirawas. Mungkin nanti sudah direncanakan untuk dibangun jembatan baru disini, agar tidak banjir lagi," tambah pekerja itu lagi.
Alex (47) warga sekitar berharap, kedepannya pihak PU Sumsel tidak hanya melakukan perbaikan dengan pengecoran saja, tetapi segera membangun jembatan baru diwilayah ini.
"Karena warga juga sudah sering men cor jembatan tersebut secara swadaya, tapi karena sering terendam banjir, membuat kondisi coran pada sambungan jembatan tersebut dengan badan jalan rusak lagi karena tergerus banjir, harapan kita kedepanya dibangun jembatan baru," ujar alek saat ditemui dilokasi.
Dijelaskan Alex, kondisi jembatan Sungai Pabil yang merupakan jembatan penghubung di jalan alternatif PALI - Musirawas itu sering terendam banjir dikarenakan telah sejak lama mengalami penurunan pada permukaan jembatan atau amblas.
Dimana tampak pemurkaan jembatan ini, lebih rendah daripada permukaan jalan raya, sehinggah ketika debit air sungai naik merendam jembatan tersebut.
Dampaknya, jembatan itu mengalami kerusakan pada pondasi membuat antara sambungan jembatan dengan badan jalan berubah menjadi terjal karena tergerus banjir.
Dengan kondisi jembatan seperti ini, banyak kendaraan, terutama mobil dengan kabin rendah, kesulitan melintas.
Tak hanya itu, bahkan kendaraan rendah yang memaksakan diri melintasi jembatan sering terjebak dan menyangkut di jembatan, sehinggah menyebabkan antrean kendaraan panjang.
"Kalau untuk sementara ini cukuplah dilakukan pengecoran, sehinggah pengendara yang melintas tidak terhambat lagi, dan dapat lebih lancar melalui jalan ini, asalkan jembatan sungai Pabil ini tidak terendam banjir, karena kalau banjir merendam jembatan kedalamannya memcapai satu meter seperti waktu itu, tetap tidak bisa dilalui kendaraan baik roda empat maupun roda dua, sehingga membuat jalan PALI- Musirawas lumpu total,"ungkapnya.
Dia juga mengatakan bahwa jembatan Sungai Pabil saat ini merupakan satu-satu nya jembatan rawan banjir pada jalan alternatif Pali - Musirawas yang perlu jadi perhatian pemerintah.
Selain rawan banjir, kondisinya yang rusak menyebabkan kendaraan sering terjebak di jembatan sehinggaj menyebabkan kemacetan dilokasi.
"Saat ini jembatan Pabil ini satu-satunya jembatan rawan di jalur ini, kalau dulu kan yang paling rawan Jembatan Air Teras di cecar dan jembatan Air keruh di Sp 9 Bangun Jaya, karena besi jembatan sudah keropos, tapi sekarang kedua jembatan itu sudah dibangun dengan jembatan beton, sehingga tidak menghambat pengendara. Jadi untuk saat ini jembatan sungai Pabil yang kondisinya memprihatinkan dan merupaka titik rawan di jalan Pali -Mura, memang masih ada beberapa jembatan besi lagi disepanjang jalan ini, tapi kondisinya masih bagus dan belum separah jembatan Pabil," jelasnya.
Oleh karena itu, sekali lagi Alex berharap pemerintah Provinsi Sumsel dapat segera merealisasikan pembangunan jembatan beton, sehingga akses jalan ini tidak putus ketika debit air sungai meningkat.
"Kami berharap segera dibangun jembatan beton yang lebih besar agar kendaraan melintas tidak perlu bergantian dan juga tidak terjadi banjir lagi,"pintanya.