Sosial bar 1

Video Pria Protes Razia Polisi di Empat Lawang Viral, Kapolres: Kegiatan Rutin Ditingkatkan

Empat Lawang, TRIBUNMURA - Video aksi seorang pria memprotes razia polisi di tikungan jalan di Kabupaten Empat Lawang, viral di media sosial. Polisi menyebut razia tersebut merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan.

Peristiwa tersebut viral setelah viral di media sosial TikTok. Dalam video beredar 

tampak seorang pria mendatangi petugas kepolisian yang sedang menertibkan pengendara sepeda motor karena tidak menggunakan helm.

Sementara salah seorang diduga rekan pria tersebut merekam, pria tersebut langsung menghampiri petugas dan mempertanyakan legalitas razia yang dilakukan, serta meminta petugas menunjukkan surat perintah (sprint).

"Aku masyarakat, sprint kamu mana?," tanya pria tersebut ke petugas.

Namun, dalam video tersebut, petugas yang berada di lokasi tampak tidak dapat menunjukkan surat perintah yang dimaksud. Selain itu, tampak petugas yang melakukan razia tersebut menggunakan pakaian Provos, rompi polisi dan seorang Bhabinkamtibmas

Pria itu kemudian menyampaikan keberatannya. Ia menilai razia tidak memenuhi prosedur karena dilakukan di tikungan jalan, bukan di jalan lurus, serta tidak dilengkapi rambu atau pemberitahuan sebelumnya.

"Harusnya di jalan lurus dan ada plang 50 berjarak 50 meter minimal. Bukan saya nih ga tahu aturan," ujarnya dalam video.

Menanggapi hal tersebut, Kapolres Empat Lawang AKBP Abdul Aziz Septiadi mengatakan video tersebut terjadi di wilayah Kecamatan Pendopo, Kabupaten Empat Lawang.

"Kegiatan itu merupakan kegiatan rutin yang ditingkatkan, upaya-upaya premtif, preventif pencegahan. Upaya dari kegiatan kepolisian untuk menekan angka pelanggaran lalu lintas, kecelakaan lalulintas. Dan upaya antisipasi terjadinya 3C yakni Curat, Curas dan Curanmor," katanya, Kamis (12/2/2026).

Ia mengatakan dalam razia tersebut sudah dilengkapi dengan sprint. Razia tersebut dilakukan karena mengingat sudah sering terjadinya aksi kriminalitas di daerah itu.

"Pasti dilengkapi sprint, Mas. Berdasarkan data yang kami himpunan, di wilayah tersebut ada 16 kejadian baik itu curas atau begal, curanmor ataupun penodongan. Itulah yang menjadi atensi bagi kami untuk dilakukan kegiatan tersebut," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi perhatian masyarakat yang telah memberikan saran maupun kritik kepada pihaknya.

"Kami mengapresiasi atas perhatian masyarakat, terus kritik dan saran dari masyarakat sebagai bahan evaluasi bagi kami dalam melaksanakan tugas kedepannya," ungkapnya.