Sosial bar 1

VIRAL, Sungai Lematang Meluap, 1.619 KK dan 2 SD di Prabumulih Terendam Banjir

*kondisi sekolah terandam


Prabumulih, TRIBUNMURA — Ribuan kepala keluarga (KK) dan dua sekolah dasar (SD) di Kota Prabumulih, Sumatera Selatan, terdampak banjir akibat meluapnya Sungai Lematang setelah hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Dua sekolah yang terendam banjir, yakni SD Negeri 76 dan SD Negeri 77, terpaksa menghentikan pembelajaran tatap muka dan menerapkan sistem pembelajaran daring sejak 4 Februari 2026.

Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kota Prabumulih, Huswandi, mengatakan banjir hingga kini masih merendam permukiman warga di Kelurahan Payuputat, Kecamatan Prabumulih Barat.
“Dari hasil pendataan, sebanyak 1.619 KK terdampak banjir. Ketinggian air bervariasi, mulai dari 30 sentimeter hingga 147 sentimeter,” ujar Huswandi, Jumat (6/2/2026).

Selain rumah warga dan sekolah, banjir juga merendam sejumlah fasilitas umum. Tercatat satu puskesmas pembantu (pustu) dan satu rumah ibadah ikut terendam sehingga pelayanan kepada masyarakat terhenti sementara.
“Pustu dan satu masjid juga terdampak banjir,” tambahnya.

Huswandi menjelaskan, banjir terjadi akibat tingginya intensitas hujan disertai angin kencang, tidak hanya di Kota Prabumulih, tetapi juga di beberapa kabupaten sekitar.

“Hujan deras yang mengguyur Prabumulih dan wilayah sekitarnya menyebabkan debit Sungai Lematang meningkat hingga meluap di kawasan Payuputat,” jelasnya.

Saat ini, BPBD bersama perangkat kelurahan, Babinsa, dan Bhabinkamtibmas terus melakukan pemantauan debit air. Berdasarkan hasil monitoring terakhir, kondisi banjir mulai menunjukkan tanda-tanda surut.

“Dari pemantauan hari ini, ketinggian air mengalami penurunan sekitar 3 sentimeter,” pungkasnya.