Sosial bar 1

Karna Tak Disiapkan Sarapan, Pria di Muratara Aniaya Istri hingga Dilaporkan ke Polisi

*ilustrasi 

Musi Rawas Utara, TRIBUNMURA — Seorang pria berinisial DJ (30), warga Desa Beringin Makmur, Kecamatan Rawas Ilir, Kabupaten Musi Rawas Utara (Muratara), Sumatera Selatan, diamankan pihak kepolisian setelah diduga melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya, MA (25).

Peristiwa tersebut terjadi di rumah pasangan tersebut pada Selasa (10/3/2026) sekitar pukul 09.00 WIB.

Kasi Humas Polres Muratara, Ipda M. Aliudin, menjelaskan kejadian bermula saat tersangka pulang ke rumah dan menanyakan sarapan kepada korban.

Korban kemudian menjawab bahwa tidak ada lauk untuk sarapan dan hanya tersedia nasi. Hal tersebut membuat tersangka tersulut emosi.

“Korban sengaja tidak menyiapkan sarapan karena kesal. Sehari sebelumnya tersangka tidak sarapan di rumah,” ujar Aliudin, Kamis (12/3/2026).

Perkataan tersebut memicu cekcok antara keduanya. Pertengkaran yang terjadi kemudian berujung pada tindakan kekerasan.

Saat korban hendak keluar dari kamar, tersangka diduga menarik pergelangan tangan kiri korban dan menampar pipi kiri korban hingga terjatuh. Tersangka juga menggenggam bagian perut korban hingga menyebabkan luka.

Keributan tersebut sempat terdengar oleh anak korban yang berinisial R. Anak tersebut kemudian menggedor pintu kamar dan meminta agar pertengkaran tersebut dihentikan.

Setelah kejadian itu, korban keluar dari rumah dan melaporkan peristiwa yang dialaminya kepada pihak kepolisian.

Polisi kemudian melakukan pemeriksaan terhadap korban serta melakukan visum untuk mengetahui luka yang dialami korban.

Berdasarkan hasil penyelidikan, tersangka akhirnya diamankan oleh petugas dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) bersama personel Polres Muratara di kediamannya pada Rabu (11/3/2026).

Saat ini tersangka telah dibawa ke Polres Muratara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

“Pelaku dijerat Pasal 44 Ayat (1) Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga,” tegas Aliudin.