Sosial bar 1

CURHAT PILU! Pekerja Asal Lubuklinggau Meninggal di Kamboja, Sempat Video Call Minta Maaf: "Kalau Saya Mati di Sini Bagaimana..."


​LUBUKLINGGAU, TRIBUNMURA– Duka mendalam menyelimuti warga RT 03 Kelurahan Puncak Kemuning, Lubuklinggau Utara II. Rahmat Julianto, seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Kota Lubuklinggau, dilaporkan meninggal dunia di Kamboja karena sakit pada Senin sore (20/4).

​Kepergian Rahmat menyisakan kenangan pahit bagi kakek dan neneknya, M Soleh dan Juana. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Rahmat sempat melakukan video call terakhir yang sangat menyentuh hati. Dalam kondisi lemah, ia mengeluh sakit parah dan meminta maaf kepada keluarganya karena pergi bekerja ke Kamboja tanpa izin sebelumnya.

​"Dia bilang sudah tidak tahan lagi, minta maaf sama saya dan mbahnya. Dia tanya kalau saya mati di sini bagaimana... kami diminta mengikhlaskan," ujar Juana dengan mata berkaca-kaca, Selasa (21/4).

​Keputusan sulit pun harus diambil keluarga. Mengingat keterbatasan biaya untuk memulangkan jenazah, keluarga besar telah berkoordinasi dengan pihak KBRI agar almarhum dimakamkan di Kamboja. "Kami sudah ikhlas Rahmat dimakamkan di sana, yang penting amal ibadahnya diterima Tuhan," tambah sang nenek.

​Kisah Rahmat menjadi potret nyata perjuangan perantau yang berjuang demi ekonomi keluarga hingga ke negeri orang. Semoga almarhum husnul khotimah dan keluarga yang ditinggalkan diberikan ketabahan.