Sosial bar 1

Lengan Anaknya Cacat Permanen, Ibu di Gresik Malah Disuruh Hapus Postingan Medsos dan Minta Maaf Ke TNI

GRESIK, TRIBUNMURA– Kasus dugaan peluru nyasar yang menimpa seorang siswa SMP berinisial DFH (14) di Gresik kini memasuki babak baru yang memicu perhatian publik. Ibunda korban, Dewi Murniati, secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap draf perdamaian yang diajukan oleh pihak kesatuan terkait dalam mediasi kedua.

​Dalam keterangannya saat konferensi pers, Dewi mengungkapkan keberatannya karena draf tersebut memuat poin yang meminta pihak keluarga untuk menyampaikan permohonan maaf dan menghapus (take down) unggahan terkait insiden tersebut di media sosial. Ia menegaskan posisi keluarga sebagai pihak yang dirugikan, mengingat putranya harus menjalani operasi pemasangan pen akibat luka pada lengan kiri.

​"Kami menolak poin-poin tersebut karena merasa tidak sejalan dengan apa yang dialami putra kami," ungkap Dewi kepada awak media.

​Di sisi lain, Komandan Resimen Bantuan Tempur 2 Marinir, Kolonel Mar Ahmad Fauzi, memberikan klarifikasi terkait proses mediasi yang berjalan buntu. Pihaknya membantah adanya bentuk intimidasi terhadap keluarga korban dan menjelaskan bahwa kesatuan telah menunjukkan tanggung jawab penuh sejak awal kejadian.

​Menurut pihak Marinir, seluruh biaya medis operasional korban telah ditanggung sepenuhnya, ditambah dengan pemberian santunan. Adapun kebuntuan mediasi disebut dipicu oleh adanya poin tuntutan kompensasi dari pihak keluarga yang dinilai belum menemui titik temu secara prosedural.

​Pihak kesatuan juga mencontohkan penanganan kasus serupa terhadap korban lain bernama Renheart yang telah selesai secara kekeluargaan. Hingga saat ini, polemik terkait draf perdamaian tersebut masih menjadi pembicaraan hangat, sementara kondisi kesehatan DFH terus dipantau guna pemulihan pasca-operasi.