Sosial bar 1

Jembatan Penghubung kecamatan kekabupaten Di desa Pulau Betung Ogan Komering Ilir Memprihatinkan

 


TRIBUNMURA COM-, Ogan Komering Ilir (OKI), Minggu 24 Mei 2026- Jembatan yang menjadi penghubung perekonomian antar masyarakat, dan jembatan sebagai penghubung antara dua Desa' cukup memprihantikan. Pasalnya, tiang jembatan tersebut dipenuhi rumput liar Dan enceng gondok,seperti halnya jembatan sungai Komering yang menghubungkan dua (2) Desa antara Desa pulau Betung menuju ke Desa pampangan,Kecamatan pampangan,Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel).

“Sudah Dua (2/3)bulan ini jembatan tersebut terancam oleh sampah dan rumput liar dan enceng gondok yang dibawa arus menabrak tiang jembatan hingga menyebabkan menumpuknya sampah dikolong jembatan dan terus bertambah jika tidak segera dibersihkan,” pemerintah Kecamatan pampangan bersama pemdes pulau Betung dan pemdes pampangan bersama relawan, masyarakat yang di wakilkan BPK, Asmuni menerangkan ke awak media TRIBUNMURA,


"Sudah 5 kali kami patungan gotong royong.. untuk Bersihkan itu... sekarang.Ini rumput liar jenis kumpe nyo datang pulo.. Pening palak ngatasi nyo jelasnya..pampangan, Minggu (24/5/2026).

"Di sela keramaian awak media TRIBUNMURA wawancara ke seseorang warga yang bernama"Anang(NANG)seorang Warga desa tetangga dan juga nelayan yang sering sehari hari nya beraktivitas di jalur sungai ini menuturkan, sedangkan dalam Dua (2/3) bulan ini jika kondisi air sungai sedang musim turun hujan setiap tahunnya bisa dipastikan sampah ini akan menumpuk hingga mengganggu pelintasan perahu juga aktifitas sungai lainnya, namun untuk meminimalisir dampak negatif dari hal ini, pihaknya mengambil kebijakan dengan melakukan pembersihan secara manual bersama masyarakat setempat walaupun dengan peralatan seadanya.

“Untuk melakukan pembersihan yang bisa memakan waktu berhari-hari bahkan lebih jika sampahnya sedang menumpuk dan terus bertambah, ini setidaknya butuh biaya walaupun sekedar untuk swadaya yang kita sisihkan dari bantuan masyarakat terutama juga dana pribadi kita sendiri,” jelasnya.

Rumput yang dibawa arus dari sungai desa Serdang dusun 2 dan desa pampangan Kabupaten OKI, menyebabkan menumpuknya rumput liar dan sampah yang diperkirakan bisa berdampak negatif pada badan jembatan, pemukiman warga,bahkan bahu jembatan bisa longsor yang berdampak akan menjadi suatu saat akibat kan kerobohan.


“Ditambah saat ini kondisi sungai sedang pasang memungkinkan sampah lebih menumpuk hingga Puluhan meter lebarnya dan tak jarang sampah tersebut menimbulkan aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh bangkai hewan dan sebagainya,” tuturnya.


Dalam hal ini pihaknya berharap kepada Pemerintah setempat terutama Instansi terkait untuk dapat memberikan solusi tepat dari kendala dan permasalahan tersebut.


“Secara rutin pembersihan rumput liar ataupun sampah dijembatan ini bila perlu dibentuk tim penanggulangan dari masyarakat setempat,” harapnya. (DENI)