Miris, Remaja 14 Tahun di Lampung Tewas Akibat Perang Sarung, Begini Kondisinya

Miris, Remaja 14 Tahun di Lampung Tewas Akibat Perang Sarung, Begini Kondisinya--instagram: txt.viral
LAMPUNG, TRIBUNMURA -- Seorang remaja 14 tahun di Lampung tewas akibat perang sarung, begini kondisinya setelah kejadian.
Beredar di media sosial yang memperlihatkan video remaja yang terbaring lemas diduga tewas akibat perang sarung sesama mereka.
Tawuran perang sarung tersebut terjadi di Kecamatan Kalianda, Kabupaten Lampung Selatan yang meregang nyawa seorang remaja berusia 14 tahun inisial LTF.
Adapun diketahui peristiwa perang sarung tersebut terjadi pada 18 Maret 2024 pukul 21.00 WIB
Dalam video yang beredar tampak korban yang mengenakan baju warna merah sudah tidak sadarkan diri saat itu pun ia pun digendong oleh seorang pria dengan wajah yang sudah memucat.
Seperti melihat pada unggahan akun instagram @txt,viral yang dikutip pada Rabu 20 Maret 2024, video yang menampilkan remaja yang tewas akibat perang sarung.
Dalam video itu juga terlihat beberapa orang sedang mengangkat korban, untuk dinaikan ke motor, kemudian dalam video itu juga menunjukkan saat korban berada di rumah sakit, dengan keadaan sudah tidak sadar diri.
Sementara itu, peristiwa ini dibenarkan oleh Kapolres Lampung Selatan yaitu, AKBP Yusriandi Yusrin, ia mengatakan bahwa, benar mengenai adanya remaja yang tewas akibat perang sarung.
“Benar, ada seorang remaja yang meninggal dunia tadi malam dalam peristiwa tersebut,” ujarnya pada Selasa, 19 Maret 2024.
Sementara itu, ia juga menuturkan bahwa pihaknya masih terus menyelidiki peristiwa tersebut. “Kami masih selidiki untuk mengetahui seperti apa peristiwa yang terjadi tadi malam,” lanjutnya
Semenatara itu, kesaksian dari salah seorang warga yaitu Dandi, ia mengatakan bahwa saat itu korban terlihat tawuran perang sarung bersama remaja sebaya lainnya.
“Perang saring antara remaja desa kecapi dengan remaja desa pematang,” bebernya pada Selasa, 19 Maret 2024.
Ia juga mengatakan, saat itu korban juga sempat dibawa ke bidan Desa Kecapi, Kecamatan Kalianda, Lampung Selatan.
Namun, dikatakan bidan tersebut tidak sanggup untuk menangani korban itu, lantas korban pun dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bob Bazar Kalianda.
Sayangnya, saat dibawa kerumah sakit nyawa korban sudah tidak tertolong.
Agar peristiwa naas tersebut tidak terjadi lagi, polres Lampung Selatan pun menghimbau kepada seluruh orang tua untuk mengawasi dan menjaga anak-anaknya.
Mereka mengharapkan, setelah usai ibadah tarawih anak-anaknya harus sudah berada di rumah guna menghindari kejadian yang tak diinginkan. (*)