Sosial bar 1

Cegah Penyebaran DBD Desa Karang Jaya Kecamatan Belitang II, OKU Timur Melakukan Fogging




OKU TIMUR, TRIBUNMURA -- Desa Karang Jaya Kecamatan Belitang 2 Kabupaten OKU Timur Provinsi Sumatera Selatan melakukan gerak cepat program fogging (pengasapan) untuk mencegah penyebaran nyamuk penyebab demam berdarah dengue (DBD) pada Selasa 19-3-2024.


Program fogging atau pengasapan di pimpin langsung oleh Juanda Indrawan selaku kepala desa Karang Jaya dan di laksanakan langsung bersama pamong desa, kepala dusun dan ketua RT. Sesekali Kades yang masih muda dan energik ini bergantian  mengoperasikan sendiri mesin fogging dan melakukan pengasapan di lingkungan pekarangan warganya.


Menurut Susilo salah satu kepala dusun yang mengoperasikan alat fogging, mengatakan bahwa "Desa Karang Jaya  terbagi dalam tiga dusun dengan jumlah  kepala keluarga sebanyak 335"

 Di rencanakan dapat selesai di fogging tuntas dalam waktu satu Minggu. Jelasnya.


Tindakan fogging pengasapan ini di lakukan karena di latar belakangi adanya dua orang warga yang menderita penyakit Demam berdarah dengue (DBD) Alhamdulillah mereka sudah sehat. Jelas Juanda.


Sehingga di khawatirkan akan menular  pada warga yang lainnya.

Karena hal itulah Kades beserta pamong melakukan musyawarah dan memutuskan untuk melakukan fogging dengan menggunakan sumber dana dari dana desa.


Fogging atau pengasapan adalah upaya pengasapan dengan bahan insektisida yang bertujuan untuk membunuh nyamuk yang dapat menjadi mediator pembawa virus penyebab penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) bagi manusia.


Manfaat dan tujuan dari pengasapan atau fogging adalah untuk membasmi dan menekan populasi nyamuk dewasa sehingga mengurangi perkembangan telur dan jentik. Mencegah dan mengurangi penyakit DBD yang di sebabkan oleh nyamuk aides aegypty di samping itu juga dapat mensterilkan lingkungan karena asap fogging dapat menjangkau lebih luas hingga sudut terpencil.


Menurut Juanda Indrawan, "Program fogging ini sebagai bentuk kewaspadaan dan antisipasi dalam mencegah semakin mewabahnya penyakit DBD yang sudah terjadi di kecamatan lain."


Apalagi desa Karang Jaya yang penduduknya padat dengan mayoritas warganya sebagai petani dengan sampingan beternak,di khawatirkan pada musim hujan ini akan terjadi lonjakan perkembangan populasi nyamuk.


Program fogging (pengasapan) ini di sambut oleh warga masyarakat dengan senang hati karena dapat mengurangi berkembang biaknya nyamuk yang pada musim hujan ini luar biasanya banyaknya dan dapat menghindari wabah penyakit DBD., jelas Dewi salah satu warga.


Adapun sasaran dari pengasapan atau fogging adalah seluruh lingkungan permukiman, tempat ibadah, sekolah ,kandang ternak, parit dan selokan serta tempat-tempat yang berpotensi menjadi tempat bersarangnya nyamuk dewasa dan jentik nyamuk.


Fogging atau pengasapan dimaksudkan untuk mengendalikan penularan DBD, namun harus di barengi tindakan lain yang dapat menekan berkembangnya nyamuk. Karena itu perlu  mengedukasi warga dengan program 3M yaitu Menguras, Menutup dan Mendaur ulang.


Menurut Azizah (46) salah satu warga yang sempat menderita gejala DBD dan sempat di rawat di klinik bidan desa mengatakan "gejala awalnya badan terasa panas dingin, perut mual dan keluar ruam (merah)  pada kulit." 

"Beruntung masih dapat tertolong kendati sempat di rawat selama dua Minggu dengan habis inpus 20 botol"Jelas Azizah.


Ciri -ciri nyamuk Aedes aegypti yang membawa virus dengue penyebab penyakit DBD menurut Badan kesehatan dunia (WHO)  adalah ukurannya kecil dan berwarna hitam dengan loreng putih di seluruh tubuh.Hidup bersarang dan bertelur di tempat yang bersih dan dapat juga bersarang di genangan air di luar rumah.Biasanya aktif dan menggigit pada waktu pagi sekitar pukul 8-10 dan sore menjelang matahari terbenam.Namun begitu nyamuk ini tetap aktif sepanjang hari di dalam rumah.


DBD adalah penyakit yang di tularkan oleh virus dengue melalui mediator gigitan nyamuk Aedes aegypti khususnya nyamuk betina.


Sedangkan tanda -tanda jika orang mengalami  DBD adalah penderita akan mengalami Demam tinggi secara tiba-tiba hingga 38-40 derajat Celcius setelah 3 hari akan menurun secara tiba -tiba kemudian kembali panas meningkat,,badan terasa lemah ,dan gelisah,  kesadarannya menurun, hipotensi, tangan dan kaki dingin, timbul bercak merah pada kulit atau ruam, nyeri perut hebat, muntah darah, feses (kotoran) hitam, kesulitan bernapas.


Karena ganasnya penyakit ini, pada beberapa kasus jika tidak segera mendapatkan penanganan tindakan medis secepatnya, penyakit DBD dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan hingga kematian.

Penulis: Didik.S

No comments for " Cegah Penyebaran DBD Desa Karang Jaya Kecamatan Belitang II, OKU Timur Melakukan Fogging"